Throwback pertemuan kuliah Pak Ranto 1 -4

PERTEMUAN PERTAMA ( 5 sept 2015 )

Pertemuan pertama pada tgl 5 sept 2015, tema mata kuliah PAk MRG saat itu ialah: “7 Tradisi Dalam Ilmu Komunikasi”.  Tapi sebelum masuk ke dalam tema kuliah hari itu, Pak MRG menceritakan sebuah cerita yang mana cerita tersebut bisa  dibilang sbg awal mula dari komunikasi.  Berikut ceritanya:  “MENDORONG BATU”. Pada suatu hari di hutan ada seorang laki-laki yang berusaha mendorong sebuah batu besar, namun setelah ia berusaha dengan sekuat tenaga tetap saja ia tidak berhasil untuk mendorong sebuah batu besar tersebut.  Saat keasrahan melanda dirinya kraena tidak bisa mendorong batu besar tersebut, akhirnya Ia mendapatkan diri seseorang pria lain yang kebetulan lewat di dekatnya, dan ia pun memanggil orang tersebut dengan menggunakan bahasa isyarat yaitu melambaikan tangannya kepada lelaki lain tersebut itu, dan orang tersebut pun menghampiri dirinya. Setelah orang tersebut menghampiri dirinya, Ia pun meminta tolong kepada lelaki lain tersebut itu dengan bahasanya sendiri untuk sama-sama mendorong batu besar tersebut. Setelah berapa lama akhirnya orang tersebut pun mengerti akan bahasa isyarat yang ia sampaikan dan mereka pun bekerja sama untuk mendorong batu besar tersebut dan berhasil. Setelah berhasil, merekapun merayakan keberhasilannya dengan cara duduk bersama dan mengobrol dan membuat kesepakatan untuk sama-sama membawa kluarga mereka masing-masing ke Hutan itu untuk menjadikan sebuah lingkup kehidupan yang baru ( social culture). Dalam kisah tersebut pun mengambarkan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri, manusia pasti membutuhkan orang lain maka dari itu manusia di sebut sebagai makhluk sosial. Untuk hidup berdampingan dengan orang lain tentu saja manusia membutuhkan bahasa untuk berkomunikasi, sedangkan bahasa isyarat saja tidak cukup karna tidak semua orang dapat bisa langsung mengerti akan bahasa isyarat tersebut.

Di dalam sebuah Ilmu Komunikasi terdapat 7 Tradisi sebagai berikut :
1. TRADISI SOSIO-PSIKOLOGI (Komunikasi sebagai pengaruh antar pribadi)
Tradisi sosio-psikologi merupakan contoh dari perspektif ilmiah atau objektif. Dalam tradisi ini, kebenaran komunikasi dapat ditemukan dengan dapat ditemukan dengan teliti – penelitian yang sistematis. Tradisi ini melihat hubungan sebab dan akibat dalam memprediksi berhasil tidaknya perilaku komunikasi.
Contohnya bisa diambil dari kisah di atas yaitu, pada saat orang pertama meberikan sebuah bahasa isyarat kepada orang yang kedua dan orang kedua pun mengikuti intruksi dari orang yang pertama maka di situlah tradisi Komunikasi sebagai Tradisi Sosio-Psikologi atau Komunikasi sebagai pengaruh antar pribadi terjadi. Karna orang yang kedua terpengaruh atas bahasa isyarat yang di berikan oleh orang yang kedua.
2. TRADISI SIBERNETIKA (Komunikasi untuk memproses informasi)
Tradisi sibernetika memandang komunikasi sebagai mata rantai untuk menghubungkan bagian-bagian yang terpisah dalam suatu sistem. Dalam hal ini, gangguan (noise) mengurangi jumlah kapasitas informasi yang dapat dimuat dalam suatu sistem.Shannon mendeskripsikan hubungan antara informasi, gangguan (noise) dan kapasitas sistem dengan persamaan sederhana, yaitu : kapasitas sistem = informasi + gangguan (noise).
Misalnya salah informasi yang terjadi antar sepasang suami istri. Salah informasi tersebut biasa terjadi akibat tidak lengkapnya informasi yang diberikan kepada seseorang yang berdampak seseorang tersebut berpikiran yang lain atas informasi yang diberikan. Disitulah terjadinya gangguan (noise). Contoh lainnya juga yaitu ketika seorang pemeras susu yang bisu memberi tahu kepada tuannya bahwa sapi-sapi peliharaannya kabur dengan menggunakan bahasa isyarat, sang majikan pun mengerti apa yang ia maksud tetapi tamu sang majikan tersebut tidak mengerti sehingga menyebabkan terjadinya kesalahan informasi.
3. TRADISI RETORIKA (Komunikasi sebagai seni berbicara didepan umum)
Ada enam keistimewaan karakteristik yang berpengaruh pada tradisi komunikasi retorika, yaitu : (1) sebuah keyakinan yang membedakan manusia dengan hewan dalam kemampuan berbicara, (2) sebuah kepercayaan diri dalam berbicara didepan umum dalam sebuah forum demokrasi, (3) sebuah keadaan dimana seorang pembicara mencoba mempengaruhi audiens melalui pidato persuasif yang jelas, (4) pelatihan kecakapan berpidato adalah landasan dasar pendidikan kepemimpinan, (5) sebuah tekanan pada kekuasaan dan keindahan bahasa untuk merubah emosi orang dan menggerakkannya dalam aksi, dan (6) pidato persuasi adalah bidang wewenang dari laki-laki.
Contohnya seperti pidato Adolf Hitler dan Soekarno pada masa kepemimpinannya yang selalu bisa mempengaruhi audiens atas hal apa yang mereka sampaikan.

Contoh lainnya ialah pidato seseorang yang ditujukan untuk orang lain yang hendak ingin bunuh diri.

  1. TRADISI SEMIOTIKA (Komunikasi sebagai proses berbagi makna melalui simbol/tanda)
    Semiotika adalah ilmu mempelajari tanda. Tanda adalah sesuatu yang dapat memberikan petunjuk atas sesuatu. Kata juga merupakan tanda, akan tetapi jenisnya spesial. Mereka disebut dengan simbol. Banyak teori dari tradisi semiotika yang mencoba menjelaskan dan mengurangi kesalahpahaman yang tercipta karena penggunaan simbol yang bermakna ambigu. Ambiguitas adalah keadaan yang tidak dapat dihindarkan dalam bahasa, dalam hal ini komunikator dapat terbawa dalam sebuah pembicaraan dalam suatu hal akan tetapi masing-masing memiliki interpretasi yang berbeda akan suatu hal yang sedang dibicarakan tersebut. Tradisi ini memperhatikan bagaimana tanda memediasi makna dan bagaimana penggunaan tanda tersebut untuk menghindari kesalahpahaman, daripada bagaimana cara membuat tanda tersebut.
    Contohnya adalah ketika banyaknya orang-orang kristiani yang menggunakan tanda salib sehingga dianggap sebagai sebuah trend oleh beberapa orang, dan orang tersebut pun menggunakan tanda salib meskipun ia bukan beragama kristiani. Disini tanda salib telah kehilangan makna sesungguhnya. Ataupun misalnya di Indonesia lelaki yang memakai peci dan wanita yang memakai hijab dikepalanya diketahui sebagai seorang muslim.
  2. TRADISI SOSIO-KULTURAL (Komunikasi adalah ciptaan realitas sosial)
    Tradisi sosio-kultural berdasar pada premis orang berbicara, mereka membuat dan menghasilkan kebudayaan. Kebanyakan dari kita berasumsi bahwa kata adalah refleksi atas apa yang benar ada. Cara pandang kita sangat kuatdibentuk oleh bahasa (language) yang kita gunakan sejak balita.
    Kita sudah mengetahui bahwa tradisi semiotika kebanyakan kata tidak memiliki kepentingan atau keterikatan logis dengan ide yang mereka representasikan. Para ahli bahasa dalam tradisi sosio-kultural menyatakan bahwa para pengguna bahasa mendiami dunia yang berbeda. Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf dari University of Chicago adalah pelopor tradisi sosio-kultural. Dalam hipotesis penelitian mereka, linguistik adalah bagian dari struktur bentuk bahasa budaya yang berdasarkan apa yang orang pikirkan dan lakukan. Dunia nyata terlalu luas dan secara tidak sadar terbentuk pada bahasa kebiasaan (habits) dari kelompok. Teori linguistik ini berlawanan dengan asumsi bahwa semua bahasa itu sama dan kata hanya sarana netral untuk membawa makna. Bahasa sebenarnya adalah struktur dari persepsi kita akan realitas. Teori dalam tradisi ini mengklaim bahwa komunikasi adalah hasil produksi, memelihara, memperbaiki dan perubahan dari realitas. Dalam hal ini, tradisi sosio-kultural menawarkan membantu dalam menjembatani jurang pemisah budaya antara “kita” dan “mereka”.
    Contohnya yaitu jaman dahulu orangtua yang ingin mengirimi uang kepada anaknya harus melalui wesel/pos tapi sekarang sudah bisa melalui atm. ataupun pada jaman dahulu jika kita ingin melakukan komunikasi dengan seorang yang jauh maka kita harus mengirim surat tapi pada jaman sekarang kita tinggal mengirimkan sms saja.
  3. TRADISI KRITIS/PEMIMPIN (Komunikasi sebagai cerminan tantangan atas percakapan yang tidak adil)

Tradisi kritis muncul di Frankfurt School Jerman, yang sangat terpengaruh dengan Karl marx dalam mengkritisi masyarakat. Dalam penelitian yang dilakukan Frankfurt School, dilakukan analisa pada ketidaksesuaian antara nilai-nilai kebebasan dalam masyarakat liberal dengan persamaan hak seorang pemimpin menyatakan dirinya dan memperhatikan ketidakadilan serta penyalahgunaan wewenang yang membuat nilai-nilai tersebut hanya menjadi isapan jempol belaka. Kritik ini sangat tidak mentolelir adanya pembicaraan negatif atau akhir yang pesimistis.
Teori-teori dalam tradisi kritis secara konsisten menentang tiga keistimewaan dari masyarakat sekarang, yaitu : (1) mengendalikan bahasa untuk mengabadikan ketidakseimbangan wewenang atau kekuasaan, (2) peran media dalam mengurangi kepekaan terhadap penindasan, dan (3) mengaburkan kepercayaan pada metode ilmiah dan penerimaan atas penemuan data empiris yang tanpa kritik.
Contohnya yaitu misalnya kehidupan politik kita tidak benar, maka kita harus ikut kritis menanggapi hal tersebut, dengan kata lain, “ikut andil”.

  1. TRADISI FENOMENOLOGI (Komunikasi sebagai pengalaman diri dengan orang lain melalui percakapan)
    Tradisi fenomenologi menekankan pada persepsi orang dan interpretasi setiap orang secara subjektif tentang pengalamannya. Para fenomenologist menganggap bahwa cerita pribadi setiap orang adalah lebih penting dan lebih berwenang daripada beberapa hipotesis penelitian atau aksioma komunikasi. Akan tetapi kemudian timbul masalah dimana tidak ada dua orang yang memiliki kisah hidup yang sama.
    Contohnya yaitu kita menanggapi hal-hal yang sedang fenomena yang terjadi dalam masyarakat seperti misalnya kenaikan dollar, musibah yang terjadi pada umat Islam di Arab saat bulan Haji lalu, kabut asap di Sumatra dan lain sebagainya.

PERTEMUAN KEDUA ( 12 Sept 2015 )

Untuk pertemuan kedua ini membahas tentang Bahasa!
Bahasa merupakan akar dari komunikasi. Cikal bakal bahasa itu sendiri ialah:

  1. Contohnya simple mengucapkan kata I LOVE YOU (ungkapan cinta)
    2. Body Language. Contohnya, tanpa ada kata-kata yang keluar dari mulut, memeluk dan mencium kening (ungkapan cinta)
    3. Simbol. Contohnya mengabadikan kata cinta lewat cincin, atau mengirimkan emoticon (ungkapan cinta).

Komunikasi dibedakan menjadi 2 yaitu, ada Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal.
1. Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi dengan diri sendiri. Contoh:
a. Memaki diri sendiri di depan cermin karna menganggap dirinya berwajah jelek dan akhirnya menyesal telah dilahirkan sehingga ada rasa untuk bunuh diri.
b. Pada saat kita bercermin kita pun melihat ada monyet di cermin tersebut
c. Saat MRG bekerja di SCTV, ada teman wanita Jepangnya yang bercermin didepan kaca ruang kerja MRG (yang tembus pandang ternyata) sambil membenarkan busananya dan memperhatikan lekuk tubuhnya tetapi wanita tersebut tidak sadar jika perlakuannya itu kelihatan dari dalam ruang kerja pak Ranto.
d. Ada seorang pria yang kepedean bercermin dikaca mobil seseorang sambil membenarkan penampilannya padahal didalam mobil tersebut ada pemiliknya
e. Saat ketika MRG memiliki masalah, pak Ranto pergi kepuncak dan berdiri di sebuah bukit teh lalu berteriak-teriak memaki dirinya sendiri dan meluapkan kekesalannya. Setelah merasa lega, MRG kemballi kerumah dn menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Dan selesai masalah.

  1. Komunikasi Intrapersonal
    Komunikasi Intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi diluar komunikasi dengan diri sendiri. Macam-macam komunikasi Intrapersonal yaitu:
  2. Komunikasi antara Individu dengan Individu. Contohnya komunikasi yang terjadi antara pasangan kekasih.
    b. Komunikasi antara Individu dengan Kelompok. Contohnya komunikasi antara dosen dengan mahasiswa di kelas.
    c. Komunikasi antara Individu dengan Intermasa menggunakan sosial media. Contohnya komunikasi yang terjadi didalam E-Learning UMB dimana dosen berkomunikasi dengan para mahasiswa menggunakan fasilitas website E-Learning tersebut.
    d. Komunikasi antara Kelompok dengan Kelompok. Contohnya komunikasi yang terjadi didalam sebuah rapat antar organisasi

PERTEMUAN KETIGA ( 19 sept 2015 )

Membahas tentang yang namanya Perspektif, Komunikasi, Pengertian, Unsur, proses dan macam komunikasi.

PERSPEKTIF.

Perspektif yaitu suatu cara pandang yang luas terhadap suatu hal dengan pikiran terbuka dan netral, tidak hanya sekedar melihat asal-muasal kata saja seperti yang biasa kita temukan dalam definisi tetapi mempertimbangkan berbagai hal yang berhubungan dengan hal tersebut sehingga pemikiran kita terhadap hal tersebut akan semakin luas. Semua perspektif adalah benar dan mencerminkan realitas walaupun setiap perspektif pada tahap tertentu kurang lengkap. Konsekuensi dari penggunaan persperktif adalah bahwa yang kita ketahui bukan lah hal mutlak melainkan hanya pemahaman yang diciptakan manusia. Dengan kata lain adalah bahwa kita itu tidak menemukan realitas melainkan hanya “menciptakan” realitas.
Penggunaan perspektif dalam komunikasi sangat tepat karena saat seseorang mengamati proses komunikasi orang tersebut tidak memandang apakah orang yang melakukan komunikasi itu yakin pada teori komunikasi tertentu. Yang terlihat olehnya adalah bahwa orang itu hanya membuat gerakan dan suara tertentu. Arti pentingnya dari gerakan dan suara tadi merupakan hasil dari konsep yang digunakan untuk memahami peristiwa komunikatif tersebut. Hal tersebut berarti mengakurkan teori pada realitas sambil menyatakan bahwa apa yang ditemukan adalah apa adanya.
Contoh perspektif dalam komunikasi.

  1. Teori Interaksi Simbolik
    Teori interaksi simbolik dalam komunikasi adalah suatu komunikasi yang hanya menggunakan simbol-simbol untuk berkomunikasi tanpa menggunakan kata-kata. Contoh: MRG menatap Bella dengan tatapan yang tajam. Dari tatapan mata MRG saja dapat terjadi komunikasi, tetapi makna dari tatapan tersebut belum jelas artinya karna mengandung banyak makna yang hanya MRG sendiri yang tahu artinya. Disitulah terjadi perspektif interaksi simbolik yang mana tercipta dari banyak arti.
  2. Teori Interaksi Verbal
    Teori interaksi verbal dalam komunikasi adalah komunikasi yang Cuma  menggunakan suara, tanpa kata-kata. Contoh: seorang bayi yang menangis. Bayi tersebut Cuma bias merengek meminta sesuatu tanpa ada kalimat atau kata yang keluar dari mulutnya. Disitulah terjadi persepektif interaksi verbal yang mana adanya komunikasi dari bayi tersebut dengan hanya mengeluarkan suaranya tetapi kita tidak tahu apa yang dimaksudkan oleh bayi tersebut, karena bisa saja dia kelaparan, kegerahan atau apapun.
  • Pengertian Komunikasi
    Bisa diartikan sebagai sebuah proses sosial yang terjadi dimana ada yang melakukan penyampaian pesan (komunikator) dan ada yang menerima pesan (komunikan). Komunikasi ada yang terjadi secara langsung (direct) maupun tidak langsung (indirect).

Contoh komunikasi langsung (direct): obrolan tatap muka.

Contoh komunikasi tidak langsung ( indirect): obrolan lewat chatting, sms, BBM,WA dll.

  • Unsur-Unsur Komunikasi
    Di dalam sebuah komunikasi terdapat unsur-unsur sebagai berikut:
    a. Komunikator. Komunikator yaitu seseorang yang menyampaikan pesan (sender), atau yang biasa disebut pembicara.
    b. Komunikan. Komunikan yaitu seseorang yang menerima pesan (receiver), atau yang biasa disebut pendengar.
    c. Pesan. Pesan yaitu informasi yang diberikan oleh pembicara kepada pendengar.
    d. Media. Media yaitu alat yang digunakan oleh pembicara untuk menyampaikan pesan kepada pendengar.
    e. Feedback. Feedback yaitu pengumpan balik yang berupa respon/tanggapan dari pendengar kepada pembicara yang isinya menanggapi atas informasi yang diberikan oleh pembicara kepada dirinya
  • Proses Komunikasi
    Proses komunikasi adalah sebuah proses yang terjadi saat komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya sehingga apa yang dimaksudkan oleh komunikator dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh komunikan.
    Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut:
  1. Pengirim Pesan (sender)
    Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide dalam bentuk pesan kepada seseorang dengan maksud orang tersebut dapat menerima pesan tersebut seperti apa yang ia maksud. Pesan tersebut dapat berupa informasi, ajakan, rencana kerja, pertanyaan, simbol/isyarat dan sebagainya.
    2. Media/Penghubung
    Media disini yaitu alat yang berfungsi sebagai penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. Seperti telepon, radio, TV, surat kabar dan sebagainya.
    3. Mengartikan kode/isyarat
    Setelah pesan diterima melalui telinga, mata dan sebagainya maka komunikan harus dapat mengartikan simbol ataupun pesan tersebut agar dapat dipahaminya.
    4. Penerima Pesan (receiver)
    Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami isi pesan yang dikirimkan oleh pengirim pesan meskipun dalam bentuk kode/isyarat secara utuh dan benar.
    5. Feedback
    Feedback adalah tanggapan/respon yang berisi kesan dari komunikan baik dalam bentuk verbal maupun non verbal. Tanpa feedback komunikator tidak tahu dampak apa yang ditimbulkan dari pesan yang diberikan kepada komunikan.
    6. Gangguan/noise.
    Gangguan adalah hal yang menghambat komunikasi sehingga komunikan salah mengartikan isi pesan yang disampaikan oleh komunikator. Gangguan bukanlah sebuah proses dalam komunikasi tetapi gangguan mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi.
  • Macam-Macam Komunikasi
    Komunikasi memiliki macam-macamnya, seperti komunikasi intrapersonal dengan komunikasi interpersonal. Selain dua macam komunikasi tersebut, ada lagi yang namanya komunikasi antar kelompok/grup.
    Komunikasi antar kelompok/grup adalah komunikasi yang terjadi antara dua kelompok atau lebih.
    Macam-macam teori komunikasi antar kelompok/grup:
  1. Teori komunikasi antar budaya
    Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi diantara dua budaya yang berbeda. Contoh kawinan silang antara suku Jawa dengan suku Batak, jika mereka masih membawa ciri khas dari daerah masing-masing maka komunikasi yang terjadi akan kurang berkesinambungan karena kedua budaya tersebut berbeda maka dari perkawinan silang antara kedua suku tersebut menghasilkan sebuah pembauran budaya yang disertai berkurangnya ciri khas dari kebudayaan masing-masing dan menghasilkan sebuah kebudayaan yang baru.
    2. Teori distorsi bahasa
    Distorsi bahasa dalam komunikasi yaitu sebuah penyimpangan bahasa. Sebagai contoh ungkapan rasa cinta yang disampaikan oleh orang yang bersuku Sunda tentunya berbeda dengan menggunakan bahasa sunda kepada orang yang bersuku Jawa, tentu saja didalamnya terjadi sebuah distorsi bahasa karena orang yang bersuku Jawa tersebut tidak mengerti apa yang dikatakan oleh orang yang bersuku Sunda. Sebaliknya pun begitu. Solusinya yaitu mereka harus membuat kesepakatan mengenai bahasa apa yang akan mereka gunakan yang bahasa tersebut harus dimengerti oleh mereka.
    3. Teori komunikasi universal
    Komunikasi universal bisa diartikan sebagai komunikasi umum atau mendunia, yang dimana semua orang bisa melakukannya dan memahaminya. Contohnya: saat MRG mengajar di Kelas Internasional Telkom University, didalam kelas tersebut sudah pasti terdapat mahasiswa yang berasal dari banyak Negara dengan bahasa yang berbeda, maka dari itu jika setiap mahasiswa masih menggunakan bahasa daerah masing-masing tentu tidak akan tercipta suatu komunikasi yang baik, biasanya didalam kelas internasional menggunakan bahasa inggris sebagai solusi atas permasalahan bahasa namun pada saat itu MRG tidak menggunakan bahasa inggris sebagai jalan tengah melainkan bahasa Afrika. Karena kebetulan didalam kelas tersebut lebih banyak mahasiswa Afrika dan mereka pun kurang menguasai bahasa Inggris tersebut.

PERTEMUAN KEEMPAT ( 26 Sept 2015 )
            Pertemuan 4 membahas yang namanya: “Komunikasi, Globalisasi dan Budaya”
Karena adanya globalisasi dunia menjadi tanpa batas, hal ini disebabkan oleh:
1. Teknologi Informatika
2. Teknologi Telekomunikasi
3. Teknologi Digital Media
Kemajuan teknologi digital media menimbulkan dampak positif dan dampak negatif.
Dampak positif diantaranya( based on MRG example):

– Maumenonton film yang tadinya di VCD, berubah ke DVD, berubaha lagi bias di laptop, dan sekarang ada yang namanya Blurray.
– Jaman dahulu orang membaca berita harus di koran, tetapi sekarang mereka bisa membaca berita melalui gadget mereka. One important point is: Salut untuk bapaknya Pak MRG.. Selalu mempercayai koran perusahaan Saya bekerja untuk mendapatkan berita, KOMPAS! Mantap Pak!
– Pada jaman dahulu jika kita ingin berkomunikasi dengan orang yang jauh kita harus mengirim surat terlebih dahulu, tapi sekarang kita tinggal mengirimkan sms saja
– Dulu, kalau orangtua ingin mengirimi anaknya uang harus melalui wesel pos tapi sekarang tinggal melalui atm. Selesai. Si Anak dapet duit deh
– jaman sekarang kita jika ingin memesan tiket pesawat, kereta, ataupun konser kita enggak perlu lagi datang ke lokasi pembelian tiket karena sekarang sudah bisa dilakukan pembelian tiket secara online. Dan masih banyak juga dampak positif lainnya.
Dampak negatif diantaranya ( based on MRG example):
– Moral-moral kesopanan, agama dan lain sebagainya semakin hilang, lenyap!. Contohnya, jaman dahulu ketika seorang anak mengirim surat kepada orangtuanya tidak pernah menyingkat kata-katanya karena dianggap tidak sopan, tetapi pada jaman sekarang ini mengirim sms saja kita cenderung menyingkat kata-katanya meskipun itu ditujukan untuk orang tua kita. Disitu jelas sekali terlihat penurunan moral kesopanan
– Wanita Jepang bisa melakukan poliandri (memiliki suami lebih dari satu) pada jaman sekarang.
– Di India bisa melakukan pernikahan dengan saudara sendiri
– Dan bahkan di Jepang telah ada suatu game online yang kita bisa menikah dengan tokoh ciptaan kita sendiri yang sangat menyerupai wujud manusia. Dimana dalam game itu, si User bias memilih karakter gamenya sesuai keinginannya. Mau cewe yang cantik, sexy berambut panjang, bokong & dada yang indah, dll bias diwujudkan.

Sebetulnya karena seiring perkembangan teknologi, telah membuat globalisasi meningkat tajam dan budaya merosot tajam. Respon Saya mengenai hal yang poliandri dan game online di Jepang dan juga pernikahan dengan saudara di India, ini jelas tidak bisa difikirkan dengan logika yang ada. Saran Saya sebagai Kita adalah umat manusia yang mempunyai akal, ilmu, dan keimanan yang sangat bagus, tolonglah gunakan tekonologi dengan batas sewajarnya, dengan sebijak mungkin. Kita harus bisa memanfaatkan segala dampak positif dan menjauhkan dari segala dampak negatif dari teknologi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s